Refleksi 2025 dan Jalan Panjang Indonesia Menuju Lompatan Peradaban

Refleksi 2025 dan Jalan Panjang Indonesia Menuju Lompatan Peradaban

Ferry Kurnia Rizkiyansyah – Pegiat Demokrasi dan Kepemiluan

TAHUN 2025 lalu menandai sebuah fase penting dalam perjalanan kebansaan Indonesia. Ia tidak sekadar tahun transisi pemerintahan, melainkan momentum konsolidasi arah bangsa menuju visi besar Indonesia Emas 2045. Tahun 2025, hasil realitas Indonesia secara komprehensif ini patut diapresiasi karena berhasil memotret realitas Indonesia secara jujur, lintas sektor, dan berorientasi ke depan. 

Dari ekonomi hingga lingkungan, dari hukum hingga teknologi, kita melihat satu benang merah yang sama yaitu Indonesia sedang berada dalam fase _The Great Transition_.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di kisaran 5 persen patut disyukuri. Bahkan, posisi Indonesia sebagai tujuh besar ekonomi dunia berdasarkan PDB PPP adalah capaian strategis yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun, di balik angka-angka tersebut, kita juga harus berani mengakui adanya tantangan serius berupa pertumbuhan tanpa pemerataan. 

Tekanan daya beli akibat kenaikan PPN 12 persen, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta rapuhnya ketahanan konsumsi rumah tangga kelas menengah bawah menjadi sinyal bahwa stabilitas makro belum sepenuhnya dirasakan secara mikro.

Inilah mengapa rekomendasi reorientasi ekonomi yang menekankan hilirisasi non-tambang, subsidi tepat sasaran berbasis data NIK, serta penguatan daya beli masyarakat menjadi sangat relevan. Ke depan, pertumbuhan tidak boleh hanya cepat, tetapi juga inklusif dan berkeadilan. Partai politik, termasuk Partai Perindo, memandang agenda ini sebagai prioritas bersama yang harus dikawal lintas periode pemerintahan.

2 Cara Menjaga Rumah dari Jamur Saat Musim Hujan

5 Cara Menjaga Rumah dari Jamur Saat Musim Hujan

5 Cara Menjaga Rumah dari Jamur Saat Musim Hujan. (Foto: freepik)

Musim hujan sering kali membawa masalah baru bagi pemilik rumah, salah satunya adalah munculnya jamur. Kelembapan udara yang tinggi membuat jamur mudah tumbuh di dinding, langit-langit, perabotan, hingga pakaian.

Selain merusak tampilan rumah, jamur juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Untuk itu, jamur harus ditangani dengan tepat di musim hujan ini.

Berikut 2 cara efektif untuk menjaga rumah tetap bebas jamur saat musim hujan, dikutip Zameen, Selasa (20/1/2026).

1. Segera Tangani Kebocoran

Tips pertama menjaga rumah dari jamur di musim hujan ialah segera menangani kebocoran. Kebocoran saat musim hujan bisa membuat area menjadi lembap, termasuk bagian plafon.

Hal ini bisa membuat bagian atas rumah Anda berjamur dan kehitaman. Segera atasi hal tersebut bila terjadi kebocoran di rumah. Anda juga bisa menghubungi pihak profesional untuk mengatasi masalah tersebut.

2. Cari Tahu Area Rawan Berjamur

Selanjutnya adalah mencari tahu area mana di rumah Anda yang paling rentan terkena serangan jamur. Biasanya, area tersebut meliputi bagian rumah yang sering terkena air hujan ataupun mengalami kebocoran sehingga mengalami kelembapan dan rentan berjamur.

Biasanya, area tersebut meliputi dapur hingga kamar mandi. Anda perlu fokus untuk menyeimbangkan tingkat kelembapan di ruangan seperti kamar mandi, dapur, dan area binatu.

https://outsidecontrol.com

Jangan Asal Beli, Begini Cara Bedakan Cokelat Asli dan Palsu

Jangan Asal Beli, Begini Cara Bedakan Cokelat Asli dan Palsu

Jangan Asal Beli, Begini Cara Bedakan Cokelat Asli dan Palsu. (Foto: Freepik)

Cokelat batang yang sering kita temukan di pasaran ternyata tidak semuanya dibuat dengan kualitas yang sama. Ada yang memang terbuat dari cokelat asli, namun ada pula yang kualitasnya rendah atau bahkan palsu.

Menurut pakar cokelat dari EatingWell, Selasa (20/1/2026) ada beberapa perbedaan yang dapat dikenali melalui label dan ciri fisik produknya. Cokelat asli dibuat dari bahan dasar alami yang berasal dari kakao.

Pada cokelat hitam (dark chocolate) dan cokelat susu, komponen utamanya adalah cocoa butter (mentega kakao) dan cocoa mass (massa kakao) yang memberikan rasa cokelat kuat serta tekstur yang halus. Gula ditambahkan untuk menyeimbangkan rasa. Sementara itu, cokelat putih dibuat dari mentega kakao, gula, dan susu karena tidak mengandung massa kakao seperti cokelat batang pada umumnya.

Kunci utama untuk mengetahui apakah cokelat tersebut asli adalah adanya penyebutan cocoa butter dan massa kakao pada urutan pertama dalam daftar komposisi. Namun, karena harga kakao yang tinggi dan tantangan produksi, beberapa produk di pasaran menggunakan bahan pengganti yang lebih murah seperti minyak sawit, minyak kedelai, atau sirup jagung sebagai bahan yang lebih dominan dibandingkan mentega kakao.

Kera4d

Penelitian: Minum Matcha Bisa Meredakan Stres dan Kecemasan

Penelitian: Minum Matcha Bisa Meredakan Stres dan Kecemasan

Penelitian: Minum Matcha Bisa Meredakan Stres dan Kecemasan

 Banyak orang memulai pagi hari dengan secangkir kopi untuk meningkatkan energi dan menghadapi aktivitas sehari-hari. Namun, beralih ke matcha ternyata bisa memberikan manfaat tambahan, terutama dalam membantu mengurangi stres dan kecemasan.

Matcha dibuat dari tiga lapisan teratas daun teh muda dari tanaman Camellia sinensis. Tanaman ini ditanam di tempat teduh, sehingga daunnya menghasilkan lebih banyak senyawa bioaktif, seperti asam amino, dibandingkan dengan teh pada umumnya.

Bagaimana Matcha Mengurangi Stres dan Kecemasan?

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa sehat yang mengonsumsi matcha selama 15 hari mengalami penurunan tingkat kecemasan yang signifikan.

Efek menenangkan matcha diduga berasal dari dua senyawa utama, yaitu L-theanine dan epigallocatechin gallate (EGCG).

L-theanine merupakan asam amino yang secara alami ditemukan dalam teh hijau dan telah terbukti mampu mengurangi stres. Karena matcha adalah bentuk teh hijau yang lebih terkonsentrasi, efek L-theanine di dalamnya pun dinilai lebih kuat.

kera4d

Viral Pevita Pearce Ketakutan Dengar Token Listrik Bunyi Tut-Tut, Dikira Ada Bom Padahal Mau Habis!

Viral Pevita Pearce Ketakutan Dengar Token Listrik Bunyi Tut-Tut, Dikira Ada Bom Padahal Mau Habis!

Viral Pevita Pearce Ketakutan Token Listrik Bunyi Tut-Tut, Dikira Ada Bom Padahal Mau Mau Habis! (Layar Tangkap Lambe Turah)

 Pevita Pearce membagikan pengalaman menegangkan saat mendengar bunyi tut-tut dari Meter Prabayar (MPB) atau yang lebih dikenal sebagai token listrik. Ia sempat mengira suara tersebut berasal dari bom.

Karena ini merupakan pengalaman pertamanya menggunakan token listrik, Pevita tidak mengetahui bahwa bunyi tut-tut tersebut merupakan alarm peringatan sisa pulsa listrik yang hampir habis.
“Jadi ada bunyi-bunyi yang bikin aku takut banget. Itu aku kira kayak bunyi bom atau kayak bunyi mau meledak, dan ternyata bunyi ini dong,” ujarnya sambil menunjuk ke arah alat MPB, dalam video yang diunggah akun Lambe Turah, Selasa (20/1/2026).

Setelah mengetahui suara tersebut berasal dari alat MPB, Pevita pun mencoba mencari tahu penyebabnya. Ia kemudian menyadari bahwa posisi alat token listrik itu terpasang terlalu tinggi dan sulit dijangkau olehnya.

Mas Token, kenapa ya itu dipasang tinggi banget? Aku kan enggak nyampe. Jadi harus naik tangga,” ucapnya di akhir video tersebut.

Meski sempat ketakutan, Pevita memastikan semuanya berjalan dengan baik.
“Tapi all good. Today aku belajar something new,” tutupnya.

Aksi polos Pevita Pearce ini pun langsung menuai beragam komentar dari netizen. Di kolom komentar, warganet memberikan respons kocak atas pengalaman tersebut.

https://uniquepatterns.com

Pramono: Kalau 30 Persen Warga Naik Transportasi Umum, Macet Jakarta Bisa Turun

Pramono: Kalau 30 Persen Warga Naik Transportasi Umum, Macet Jakarta Bisa Turun

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut tingkat konektivitas TransJakarta telah mencapai 92 persen. Namun, ia menyoroti tingkat pemanfaatan layanan tersebut yang masih tergolong rendah.

Yang berikutnya, 92 persen itu adalah TransJakarta secara keseluruhan konektivitasnya sudah terhubung. Tetapi pemanfaatannya masih di bawah 25 persen, sekitar 23,4 persen,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Menurut Pramono, jika tingkat pemanfaatan transportasi umum meningkat hingga 30 persen, hal tersebut diyakini dapat mengurangi kemacetan di Jakarta secara signifikan.

“Kalau masyarakat sudah menggunakan transportasi umum katakanlah 30 persen secara konsisten, itu pasti akan mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta,” ucapnya.

AHY: Penyebab Hilang Kontak Pesawat ATR di Maros Masih Diinvestigasi

AHY: Penyebab Hilang Kontak Pesawat ATR di Maros Masih Diinvestigasi

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan investigasi terkait penyebab utama hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang di wilayah perbukitan Maros, Sulawesi Selatan, masih terus dilakukan.

Mulanya, AHY merespons temuan serpihan pesawat ATR tersebut. Ia belum dapat memastikan apakah pesawat hilang kontak akibat menabrak gunung atau perbukitan.

“Ya, kalau tadi melihat kondisi ataupun laporan yang kami dapat, memang posisinya berada di kawasan pegunungan,” kata AHY usai menghadiri acara pernikahan Sespri Presiden di Gedung Sasono Utomo, TMII, Jakarta Timur, Minggu (18/1/2026).

Oleh karena itu, AHY menegaskan, belum bisa menyimpulkan bahwa tabrakan dengan gunung menjadi penyebab utama hilangnya kontak pesawat tersebut. Menurutnya, investigasi menyeluruh perlu segera dilakukan untuk memastikan penyebab pasti insiden itu.

“Sehingga kita masih perlu investigasi, apa penyebab utamanya. Apakah faktor cuaca atau ada kendala teknis lainnya, ini masih membutuhkan waktu untuk ditelusuri. Nanti akan kami perbarui perkembangannya,” ujarnya.

Warga Kuala Simpang Antusias Sambut Bantuan MNC Peduli, iNews Media Group, dan Danone

Warga Kuala Simpang Antusias Sambut Bantuan MNC Peduli, iNews Media Group, dan Danone

Warga Kuala Simpang Antusias Sambut Bantuan MNC Peduli (foto: dok ist)

Antusiasme warga terlihat saat bantuan kemanusiaan dari MNC Peduli, iNews Media Group, dan Danone tiba di Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Tiga pekan setelah banjir bandang melanda, bantuan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan sehari-hari.

Sebanyak 7 ton bantuan disalurkan, meliputi air bersih, susu fortifikasi, makanan untuk anak-anak dan lansia, perlengkapan kebersihan, serta makanan siap saji. Warga menyambut bantuan tersebut dengan penuh syukur karena dinilai sangat dibutuhkan dalam masa pemulihan pascabencana.

Proses distribusi bantuan melibatkan Sekretaris Desa Kampung Kota Kuala Simpang, unsur kecamatan, serta pengamanan dari Brimob. Aparat setempat memastikan penyaluran berjalan tertib dan seluruh bantuan diterima oleh warga yang berhak.

Salah satu warga penerima bantuan, Ali, mengaku senang dengan kehadiran MNC Peduli dan para mitranya.

“Terima kasih kepada MNC Peduli atas bantuannya. Selama ini bantuan masih terbatas, namun dengan kedatangan MNC Peduli kami sangat terbantu. Alhamdulillah, semuanya kami terima,” ujarnya di lokasi, Kamis 15 Desember 2025.

vMNC Peduli menyatakan akan terus mendukung upaya pemulihan masyarakat pascabencana. Selain meringankan beban warga, bantuan ini diharapkan mampu membangkitkan semangat gotong royong serta memperkuat ketangguhan masyarakat Kuala Simpang dalam menghadapi situasi sulit.

DPR Minta Perpustakaan Daerah Diperhatikan

DPR Minta Perpustakaan Daerah Diperhatikan

Anggota DPR RI Bonnie Triyana

 Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana mengkritisi layanan iPusnas dan kondisi perpustakaan daerah saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) di Gedung DPR RI, Rabu (14/1/2026).

Misalnya, gangguan layanan digital sekaligus kondisi fisik beberapa perpustakaan milik pendiri bangsa dan daerah. Salah satunya, perpustakaan di Pandeglang yang merupakan daerah pemilihan (dapil) Bonnie Triyana.

“Kalau lagi sedang malas pergi, saya biasanya akses iPusnas. Tetapi belakangan ini iPusnas sering macet,” kata Bonnie sembari menunjukkan ponselnya kepada anggota rapat dan jajaran Perpusnas di ruang sidang Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, Bonnie bercerita pernah mengalami proses unduh buku yang terhenti karena sistem terkunci sendiri, dan menemukan pengumuman pemeliharaan yang seharusnya selesai pada 8 Januari, tetapi faktanya akses masih terganggu hingga hari ini, 14 Januari.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini memperingatkan agar upaya efisiensi anggaran tidak mengorbankan layanan publik paling dasar. Politisi berlatar belakang sejarawan ini mendorong Perpusnas mencari solusi inovatif meski dengan keterbatasan anggaran.

Bongkar Tiang Monorail Kuningan, Pramono Undang Sutiyoso

Bongkar Tiang Monorail Kuningan, Pramono Undang Sutiyoso

Bongkar Tiang Monorail Kuningan, Pramono Undang Sutiyoso (Rohman)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal berdiskusi lebih lanjut dengan mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso terkait rencana pembongkaran tiang monorail di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

1. Undang Sutiyoso

“Saya berharap Bang Yos supaya tidurnya bisa lebih nyenyak, karena monorail itu rupanya bagi beliau menjadi beban pribadi. Maka nanti minggu depan ini, saya akan undang Bang Yos untuk hadir supaya monorail itu kita bersihkan, jalannya kami rapikan,” kata Pramono saat acara haul pahlawan nasional MH Thamrin di TPU Karet Bivak, Minggu (11/1/2026).

Ia menjelaskan, pengerjaan pembongkaran tiang monorail bukan hal mudah dan murah. Itu karena beban kerja tak hanya berkutat pada pembongkaran tiang. 

“Biaya keseluruhan untuk memperbaiki Jalan Rasuna Said itu angkanya (Rp) 100 miliar. Saya ingin meluruskan 100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar, tetapi untuk membuat jalan, trotoar, merapikan, dan sebagainya,” tuturnya.

Sebelumnya, Pramono bilang soal pembongkaran tiang monorel di kawasan Kuningan bakal digarap pada pekan ketiga Januari 2026. Dia memastikan tidak ada penutupan jalan selama pembongkaran berlangsung.

“Untuk pembongkaran monorail seperti yang kemarin kami sampaikan, akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan dan untuk itu tidak dilakukan penutupan jalan,” kata Pramono di Pasar Kombongan, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026).