Basarnas sebut kolaborasi jadi kunci penanganan bencana

Basarnas sebut kolaborasi jadi kunci penanganan bencana

Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Noer Isrodin Muchlisin menyebut kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar penanganan bencana alam bisa dilakukan dengan maksimal serta upaya mengurangi korban dan kerugian materiil.

“Latihan gabungan di Sumatera Barat ini penting untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan sinergi semua pihak,” kata dia di Padang, Selasa.

Dia mengatakan hal itu, di sela-sela latihan gabungan kesiapsiagaan kecelakaan kapal di Dermaga Bungus, Kota Padang, Sumatera Barat.

Dia menjelaskan Sumatera Barat memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup besar, seperti letusan gunung api, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, dan kecelakaan laut.

Oleh sebab itu, katanya, penting bagi semua pihak menyamakan persepsi untuk memastikan langkah mitigasi yang akan dilakukan.

Basarnas telah memiliki dua kapal besar yang ditempatkan di Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kota Padang, termasuk sejumlah peralatan seperti rigid inflatable boat (RIB).

Meskipun demikian, dukungan dari unsur eksternal seperti Kepolisian Perairan dan Udara, TNI AL dan Kementerian Perhubungan dibutuhkan untuk memperkuat proteksi terhadap potensi kecelakaan di perairan Sumbar.

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menegaskan komitmen pemerintah setempat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya di wilayah maritim.

Ia mengatakan latihan gabungan bersama Basarnas tersebut tidak hanya menjadi wadah koordinasi lintas instansi, tetapi juga memperkuat perlindungan terhadap masyarakat di daerah dengan sebutan “Ranah Minang” itu.

“Dengan latihan gabungan ini, Sumbar semakin menegaskan kesiapsiagaan yang diharapkan berdampak langsung pada keselamatan masyarakat,” ujar dia.

Pada kesempatan itu, ia mengatakan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya soal latihan, tetapi juga ketersediaan sarana dan prasarana.

Oleh karena itu, Sumbar terus mengupayakan adanya penambahan alat seperti helikopter untuk mendukung Basarnas ketika operasi pencarian dan pertolongan dilaksanakan.

“Kami sudah sampaikan ke Basarnas kalau bisa ada helikopter untuk ditempatkan di Sumbar. Dengan begitu, respons bencana bisa lebih cepat,” ujar dia.

kas138 login

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*